Sejarah

Sejarah berdirinya Lembaga Pengembangan Produk Akademik dan Hak Kekayaan Intelektual (selanjutnya di sebut dengan LPPA-HKI) merupakan pengembangan dari pemikiran para pimpinan Universitas Airlangga untuk meningkatkan dan mengkomersialkan produk akademik yang dihasilkan oleh civitas akademika di UNAIR. LPPA-HKI merupakan lembaga baru yang dibentuk pada Tanggal 20 Agustus 2015, berdasarkan SK Rektor Universitas Airlangga No 1281/UN3/KR/2015   

Berdasarkan Peraturan Menteri Riset dan Teknologi No 13 Tahun 2015 mengenai  Rencana Strategis Kementerian Riset,  Teknologi dan Pendidikan Tinggi 2015-2019, dalam Visi disebutkan  Terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu serta kemampuan iptek dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa. Sebagai tindak lanjut dari visi tersebut dan Visi UNAIR , maka diperlukan pengelolaan produk akademik civitas akademika UNAIR dengan baik dan terprogram, sehingga kelak akan mempunyai kualitas dan mutu yang baik, serta mempunyai daya saing, diakui oleh masyarakat ditingkat nasional, regional dan internasional.

Produk Akademik civitas akademika UNAIR  berupa  hasil dari penelitian, pengabdian kepada masyarakat atau produk lain yang merupakan kekayaan intelektual  dosen dan mahasiswa. Selama ini untuk produk hasil penelitian dosen dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (selanjutnya disebut LPPM). Luasnya cakupan kerja dan tanggung jawab yang harus diemban oleh LPPM, serta  tuntutan dan target yang harus dipenuhi oleh UNAIR untuk menjadi Wolrd Class University, maka LPPM di pecah menjadi 3 lembaga. Yaitu Lembaga Penelitian dan Inovasi (LPI), Lembaga Pengabdian, Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Masyarakat (LP4M), dan Lembaga Pengembangan Produk Akademik dan Hak Kekayaan Intelektual (LPPA-HKI). Setiap lembaga mempunyai tugas pokok dan fungsi sesuai yang telah ditetapkan, tetapi ketiga lembaga tersebut mempunyai keterkaitan yang sangat erat dalam menjalankan program kinerjanya.  Hal ini ditunjukkan dengan koordinasi dengan  LPI dalam bentuk hasil penelitian dari dosen yang potensial akan ditelaah dan dibantu untuk didaftarkan di Dirjen Kekayaan Inteletual Kementerian Hukum dan HAM, dalam bentuk Paten, Merk atau Hak Cipta.

 

Hits 279